Pada
awalnya, informasi disebar luaskan dengan cara berinteraksi dengan satu sama
lain dengan kode-kode yang disampaikan yaitu bahasa. Maka dari itu, bahasa
merupakan awal dari teknologi informasi yang digunakan pada zaman dahulu. Dengan
menggunakan bahasa, orang-orang bisa memahami satu sama lain. Akan tetapi pada
zaman itu, kekurangan dari penyampaian informasi dengan menggunakan bahasa
adalah keterbatasan jarak dan tidak dapat bertahan lama. Kemudian berlanjut
dengan penyampaian informasi dengan menggunakan gambar, contohnya Hieroglif
yang digunakan oleh bangsa Mesir. Huruf Hieroglif adalah tulisan atau abjad
mesir yang terdiri dari gambar dan lambang dalam bentuk manusia, hewan, atau
benda. Penyampaian informasi dengan menggunakan gambar lebih efektif daripada
penggunaan bahasa pada zaman itu karena informasi bisa dengan mudah dibawa
kemana-mana, informasi juga dapat bertahan lebih lama. Akan tetapi, pada
akhirnya ditemukan juga huruf alfabet yang dapat memudahkan kita dalam
berinteraksi dan dalam penyampaian informasi. Penyampaian informasi menjadi
lebih efisien dari cara-cara sebelumnya. Yang tadinya sebuah gambar mewakili
suatu kejadian atau peristiwa, sekarang dibuat dengan menggunakan kombinasi
alfabet, atau dengan penulisan angka. Teknologi alfabet ini sangat memudahkan
dalam penyampaian informasi. Dilanjutkan lagi dengan teknologi percetakan,
dengan mudahnya untuk menyebarkan informasi hanya dengan mencetak ke sebuah
kertas dan disebarkan kepada masyarakat yang ada meskipun jaraknya jauh antar
satu sama lain. Teknologi percetakan ini pertama kali ditemukan di Cina dan
Korea pada tahun 179 Masehi dengan menggunakan sarana kayu, perunggu yang nantinya dibubuhi oleh
tinta kemudian ditempatkan di atas secarik kertas dan digosok lembut dengan
menggunakan sebuah tongkat bambu. Kemudian teknologi percetakan dikembangkan
lagi oleh Johannes Gutenberg dari
Jerman. Dia menciptakan sebuah
metode pengecoran potongan-potongan huruf di atas campuran logam yang terbuat
dari timah. Potongan-potongan ini dapat ditekankan ke atas halaman berteks
untuk percetakan. Metode penemuan pencetakan oleh Gutenberg secara keseluruhan bergantung kepada beberapa elemennya
diatas penggabungan beberapa teknologi dari Asia Timur seperti kertas,
pencetakan dari balok kayu dan mungkin pencetakan yang dapat dipindahkan,
ciptaan Bi
Shen, ditambah dengan permintaan yang
meningkat dari masyarakat Eropa untuk pengurangan harga buku-buku yang terbuat
dari kertas. Metode pengetikan ini bertahan selama sekitar 500 tahun. Tak hanya
itu saja, dilanjutkan dengan teknologi elektronik, seperti televisi, radio,
komputer yang menggunakan perangkat internet yang dapat mengakibatkan informasi
menjadi lebih cepat tersebar tanpa mengenal jarak.
Teknologi informasi kian berkembang dengan cepat meskipun
dalam jangka waktu beberapa tahun ini. Semakin berkembangnya teknologi
informasi, semakin memudahkan kita dalam kehidupan sehari-hari. Seperti halnya
telefon genggam yang sekarang sudah bisa berkomunikasi secara jarak jauh. Yang
dibantu oleh aplikasi-aplikasi yang dibuat seperti aplikasi Skype, Line, Facetime, dan lain
sebagainya. Ada juga sekarang televisi sudah bisa diakses melalui tab ataupun telefon genggam yang biasa
disebut streaming. Tanpa menggunakan
televisi, kita dapat menonton tayangan yang ada di televisi dengan bermodalkan
internet dan tab ataupun telefon
genggam yang dapat mengakses website yang dapat melakukan streaming. Kemudian, sekarang ada televisi yang disebut sebagai Smart TV. Teknologi informasi tersebut
dapat menghubungkan televisi dengan internet. Dengan adanya Smart TV, kita dapat menonton tv dan
dalam bersamaan dapat menjelajahi dunia maya serta konten-konten yang ada di
internet secara mudah dan nyaman. Tidak hanya itu, sudah diciptakan juga Google Glasses yaitu sebuah perangkat
teknologi berbentuk kacamata yang diciptakan oleh Google. Perangkat kacamata pintar ini dapat terkoneksi dengan headset yang menggabungkan informasi
seperti jam, suhu, kalender, dan pesan dengan satu kacamata ini. Selain itu juga
fungsi lain yang paling menakjubkan adalah kemampuan memotret dengan cara
mengucapkan “Take a picture” melalui headset dan mengarahkan kacamata ke arah
obyek yang akan difoto. Setelah itu hasil foto dapat diupload langsung dan
membaginya kepada pengguna Google+. Sedangkan
untuk pengguna yang memiliki masalah pendengaran, kacamata Google Glasses juga mampu membantu masalah tersebut. Kacamata ini
mampu merubah data audio dari suatu percakapan atau suara lain ke dalam
tampilan tulisan sehingga masalah pendengaran tidak akan menjadi masalah lagi.
Hanya dalam beberapa tahun ini, sangat banyak perkembangan teknologi informasi
yang diciptakan oleh manusia. Fitur-fitur yang ada dari setiap perangkat yang
ada semakin bervariasi dan semakin inovatif. Dikarenakan perkembangan teknologi
informasi berbanding lurus dengan semakin bertambahnya keinginan manusia dalam
hal penggunaan teknologi informasi.
Kemudian, dengan semakin berkembangnya waktu dan zaman tentu
saja kita memiliki keinginan atau harapan bagaimana teknologi informasi ini
dapat lebih memudahkan kita dalam menyampaikan maupun menerima informasi.
Tentunya kita tidak ingin selama beberapa tahun ini menggunakan perangkat
teknologi informasi ini tanpa ada penambahan fitur ataupun ide-ide kreatif dan
inovatif dalam pengembangan teknologi informasi ini. Dalam waktu 5 tahun
kedepan saya membayangkan semakin banyak penemu-penemu yang menemukan teknologi
informasi seperti halnya menyampaikan informasi dengan sebuah kacamata yang
dapat meng-scan manusia, hewan,
tanaman, atau benda lainnya kemudian akan menampilkan informasi-informasi dari
sesuatu yang kita lihat. Tidak hanya itu, perangkat tersebut memudahkan kita
dalam menonton televisi. Seperti layaknya proyektor, kacamata tersebut dapat
memaparkan cahaya seperti proyektor untuk menampilkan streaming televisi ataupun website
seperti YouTube yang tidak hanya
memudahkan kita dalam menonton tayangan-tayangan ataupun video, tetapi
perangkat ini sangatlah efisien untuk dibawa kemana-mana. Atau hadir sebuah
teknologi informasi yaitu robot yang dibuat untuk mengajar seperti layaknya
guru, untuk mengajarkan beberapa jenis kebutuhan manusia. Seperti halnya
memasak, mereka dipasangkan semacam chip
untuk mengingat segala jenis resep untuk mengajarkan kepada manusia cara
memasak yang baik dan benar. Yang saya bayangkan, awal tahun dari 2020 adalah
era awal dimana mulai banyak penemu-penemu yang membuat robot dengan
menggunakan Artificial Intelegence
atau yang biasa disingkat sebagai AI. Artificial
Intelegence dapat diartikan sebagai kecerdasan buatan, maksudnya manusia
membuat sebuah robot yang dapat beradaptasi dan dapat berpikir seperti layaknya
manusia. Meskipun masih banyak keterbatasan, seperti halnya AI hanya dapat menguasai satu hal saja, misalnya
memasak, membersihkan ruangan, dan lain sebagainya. Kemudian, harapan mengenai
koneksi yang ada pada tahun 2020 sudah tidak menggunakan 4G lagi melainkan yang
lebih cepat dan lebih luas jaringannya yaitu 7G. Kecepatan 4G yang kita ketahui
sekarang masih belum tersebar luas jaringannya dan masih saja mengalami masalah
yang namanya lag atau telatnya
koneksi yang masuk kedalam perangkat yang digunakan. Dan mungkin dengan adanya
terobosan baru yaitu 7G, melakukan video
call dengan seseorang sudah tidak akan sesusah menggunakan koneksi 4G.
Video akan berjalan tanpa adanya hambatan dan berjalan seperti layaknya
bertatap muka secara langsung.
Tentu saja bagi kehidupan manusia, teknologi-teknologi yang
saya harapkan ada dalam 5 tahun kedepan memberikan banyak dampak positif dalam
memudahkan kehidupan manusia sehari-hari. Dengan inovasi-inovasi yang ada ini,
tidaklah sulit untuk menerima segala jenis informasi setiap harinya. Tidak
hanya itu, kebutuhan hiburan pun akan lebih terpenuhi daripada sebelumnya.
Banyak sekali inovasi-inovasi yang akan banyak membantu untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari kita. Akan tetapi, apakah dampak dari perkembangan
teknologi informasi ini akan selalu menghasilkan dampak yang selalu positif?
Tentu saja tidak, karena setiap hal atau apapun yang kita lakukan tentu saja
akan ada positif dan negatifnya. Yang saya pikirkan, dengan adanya
inovasi-inovasi yang baru ini, meskipun memudahkan manusia dalam mengerjakan
kegiatan sehari-harinya, mereka justru menjadi kurang banyak bergerak dan
kurangnya pergerakan tubuh ataupun olahraga dapat menyebabkan manusia menjadi
obesitas atau penggemukan badan yang berlebihan. Kemudian manusia bila tidak
berhenti menggunakan teknologi informasi yang efisien, mereka bisa saja menjadi
budak teknologi. Maksudnya itu, manusia tidak mudah bisa melepas
teknologi-teknologi tersebut dikarenakan terlalu terfokus dengan teknologi
informasi yang dimilikinya seperti halnya telefon genggam. Dan juga, penggunaan
teknologi informasi yang berlebihan pula dapat menyebabkan para penggunanya
menjadi manusia yang individualis, yaitu manusia-manusia yang lebih baik mengerjakan
segala sesuatu sendiri yang hanya ingin bersosialisasi lebih dalam dan lama.
Meskipun dampak negatifnya yang banyak pula, hal tersebut adalah suatu
kewajaran. Dampak-dampak itu tidak akan kita alami bila kita sendiri bijak
dalam penggunaan teknologi informasi yang kita miliki. Karena segala sesuatu
tentu saja tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Maka dari itu, dimulai dari
sekarang sudah harus dibiasakan untuk tidak menggunakan terlalu banyak
teknologi informasi agar tidak mengalami dampak-dampak negatif yang ada. Karena
bukan teknologi lah yang seharusnya mengatur diri kita, tetapi kita lah yang
bisa mengatur teknologi itu sendiri.


0 comments:
Post a Comment